Produk-Produk Indonesia yang Terkenal Di Dunia

>> Kamis, 10 Mei 2012

1.      MIMSY
Mimsy, tas unik berkelas internasional hasil kreativitas anak bangsa. Merek tas ini yang pernah ditaksir Ibu Negara Ani Yudhoyono
Demikian diungkap Christyna Theosa, 27 tahun, pemilik sekaligus disainer Mimsy. Christyna adalah lulusan disain grafis di Art Center College of Design, Pasadena, California, Amerika Serikat.
“Ini memang hobi saya mendisain tas model clucth sejak berstatus mahasiswa pada 2003,” ujar Christyna di Jakarta. Tas yang berbentuk rajutan serta memiliki beragam disain ini memang terlihat eksklusif.

Christyna mengatakan, sebagai pebisnis profesional, dimulai ketika ia nekat memasukkan clucthnya ke sebuah butik di Indie di Santa Monica, California. Dalam waktu singkat, tas yang dia beri merek Mimsy ini menarik pelanggan di negeri Paman Sam itu. Ia kemudian diberi sudut khusus untuk memajang clucth kreasi lebih banyak lagi.
Dari butik di negeri Paman Sam akhirnya Mimsy mendapat hati di Tanah Air. Selain itu tas ini sering melenggang di berbagai event internasional seperti fashion week di New York dan Las Vegas, juga di Jepang, Kanada, Sydney, Dubai, dan Madrid.
Tapi jangan dikira jika berjalannya bisnis ini bisa mulus. Christyna mengatakan butuh waktu sampai 5 tahun untuk bisa bertahan ditengah persaingan bisnis tas ini. “Bahkan pernah juga saat ‘show’ di Singapura, tas saya tidak laku,” katanya.

2.      (X) S.M.L.
Kesuksesan Extra Large
Menjalankan bisnis ritel massal dengan sistem Partnership ternyata berujung kesuksesan. itu yang dipraktekkan perancang kawakan tanah air, Biyan Wanaatmaja, dengan pengusaha garmen asal Solo, Benarty Suhali, saat membangun label siap pakai bernapas muda dan modern berlabel (X) S.M.L pada 1999. Kuncinya pada pembagian tugas biyan membawahi bidang kreatif, sedangkan Benarty mengurusi manajemen perusahaan. Bisnis pakaian siap pakai ini ternyata menarik perhatian buyer dari department store di Manila, Filipina, dan Hawai Amerika Serikat, sehingga berujung dibukanya gerai (X)S.M.L di negara-negara tersebut sejak 2006 lalu. (X)S.M.L tengah merencanakan memperluas bisnisnya dengan lini pakaian khusus anak.

3.      ZAHIR
Piranti Lunak Kelas Dunia
Pada 2004 PT Zahir International berekspansi ke Malaysia untuk memuluskan pemasaran piranti lunak Zahir Small Business Accounting yag dirancang untuk UKM pemula, dan memerlukan pembukuan sederhana, pengelolaan inventory sederhana, pitang usaha, hutang, pembayaran pelanggan, tagihan hingga laporan keuangan praktis. Di tahun yang sama, Zahir juga ikut berpameran di CEBIT, pameran IT terbeasr di dunia, di Hanover Jerman. Pengusaha Jerman dan Belanda tertarik memasarkan produk Zahir dan meminta untuk mendapatkan hak pemasaran di wilayah Eropa.

4.      BIN HOUSE
Rumah Batik Dunia
Karakter yang kuat pada rancangan modern yang melebur bersama napas ke-indonesiaan, menjadi pilihan Josephine Komara atau Obin, dalam berkarya lewat Bin House. Ia kasual dengan teknik diapery dan permainan motif dari material batik ikat, yang diproses ;agi dengan teknik modern, agar menghasilkan material kain yang kaya. semenjak didirikan pada 1986, label ini sukses memperluas jaringannya hingga ke manca negara seperti Singapura, Jepang, Amerika Serikat, negara-negara Eropa, Hongkong Thailand dan Malaysia.

5.      POLYGON
Bike to Global
Sejak didirikan pada 1989 di Sidoarjo, Jawa Timur, PT Insera Sena (IS), produsen sepeda Polygon, merupakanpembuat dan perakit sepeda untuk konsumsi luar negeri. Pada 1991, IS mulai memproduksi sepeda bermerek Polygon, dan sepuluh tahun kemudian mengekspor produk bermerek sama ke Singapura, Malaysia, dan dua tahun terakhir ke Australia. Dari seluruh unit sepeda yang diproduksi, 30% menggunakan merek Polygon. Nah dari 30% itu, 20% untuk pasar local, 10% untuk diekspor ke luar negeri terutama untuk sepeda jenis Mountain Bike Cosmiq dan Collosus.

6.      COCONA NATURAL HEALING
Going Coconuts
Bermula dari usaha pembuatan virgin cocnut oil, PT. Trimatari Bio Persada Recovery, berekspansi memproduksi sejumlah produk spa dan kecantikan. Sekalipun usaha ini baru dimulai tahun 2008, produk cocona sudah diekspor ke luar negeri, contohnya ke Singapura, beberapa negara Eropa Timur, sampai ke Finlandia. Maklum saja, karena permintaan produk spa dari bahan alami di pasar global sangat tinggi. Inovasi Cocona yang memadukan virgin cocOnut oil dengan bahan-bahan alami berkhasiat lainnya, seperti kopi dan teh hijau, adalah salah satu pendukung kesuksesan di pasar global.

7.      J.CO DONUTS
The Famous Indo-nat
Donat memang bukan panganan yang asing bagi masyarakat Indonesia. Namun beberapa tahun terakhir ini, donat seakan mengalami redefinisi. Penyebabnya tak lain adalah J.CO Donuts, yang outletnya selalu dipenuhi antrean para penikmatnya. Inovasi rasa dan bentuk, serta kualitas materi yang prima, merukpakan kunci kesuksesan merek ini. Antrean panjang khas J.CO kini juga melanda Malaysia dan Singapura. 

8.      ESSENZA
Esensi keramik prima
Saat televisi marak dengan iklan norak, muncul iklan minimalis elegan, dan semi monokromatik. Dengan jargon `no tile like it’. Kesan eksklusif yang membungkus Essenza, membuat orang membatin, “Produk mana sih? Italia ya?” Nyatanya, Essenza adalah produk anak negeri yang sukses diekspor ke Italia, juga 25 negara. Berbasis di Tangerang, sejak produksi komersialnya tahun 2003, PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk telah mengekspor ke Singapura dan Amerika Serikat, dan berhasil. Factor penyeimbang yang membawa keuntungan , di saat pasar domestik lesu. Kini, merek ini bahkan termasuk salah satu produsen ubin keramik dunia yang sanggup membuat keramik merukuran 60cmX60cm.
9.      MAGNO
Magno adalah produk radio kayu asli Indonesia yag sudah menebar frekuensi sampai Jepang, Amerika Serikat, Finlandia, Inggris dan Prancis. Konsep yang disodorkan Magno sangat Unik. Lantaran produk di-finishing dengan minyak kayu, bukan pernis, pemiliknya harus rajin merawat radionya secara berkala agar tetap prima. Rupanya Singgih Susilo Kartono, sang pencipta Magno, ingin mengeliminir budaya pakai buang. Maksudnya agar tercipta koneksi antara produk dan pemilik. Karena harganya yang cukup mahal (200-300 dollar AS) Singgih menggunakan designer link untuk menjual produknya.

10.  ACCUPUNTO
Manifesto Ide Cemerlang
Anda tentu familiar dengan akupuntur, pengobatan ala dunia timur yang menggunakan jamur. Di tangan desainer produk dan interior, Leonard Theosabrata, jarum-jarum akupuntur ini berganti rupa menjadi benjolan karet yang kemudian dirakit menjadi lazy chair, bench, sampai armchair, dengan desain avant garde, namun tetap ergonomic, berlabel Accupuncto. Label ini lalu menggandeng Michael Young, desainer produk Inggris yang berbasis di Hongkong, bukan lantaran minder, melainkan bagian dari marketing scheme yang brilian. Pasalnya, setelah Michael bergabung, produk high end furniture ini, gencar dimuat di berbagai majalah furniture, dari Belgia sampai Jepang, dan menempati spot terpenting di pameran, yaitu Superstudio Piu, pada pameran furniture paling bergengsi sedunia, Salone del Mobile, Milan 2008. Beberapa hotel dan kafe di luar negeri, dari Dubai, maladewa, Amerika Serikat sampai Eropa, sudah dihiasi furniture kebangaan Indonesia yang berpabrik di Cengkareng ini.

11.  BAGTERIA
Manebar `Bakteria’ Fashion
Kota utama fashion seperti Paris, Milan, London, New York, serta Australia dan jepang, ternyata lebih fasih menyebut label produk aksesori asli Indonesia, karya duo anak bangsa, nancy Go dan Irene Ng. mereka berbagi kreatif dan bisnis dalam mebesarkan label, yang lantaran ketenarannya – selebriti paris Hilton dan Emma Thompson serta beberapa wanita jet set terlihat menentengnya di gelaran red carpet-sempat ditawari untuk dibeli dan diganti menjaldi label Italia. Untung saja nasionalisme mereka lebih tebal ketimbang tawaran pundit-pundi. Produk handmade yang diluncurkan awal tahun 200 ini memiliki garis rancang berciri vintage yang tampil sangat glamour. Selain dipasarkan di banyak negara, bagteria juga sudah membuka butiknya sendiri di Taiwan.

12.  SABBATHA
Aksesori natural Ekslusif
Label aksesori asal bali yang didirikan oleh Sabbatha Rahzuardi ini memadukan material natural seperti kulit dan gem stones pada produk tas dan perhiasan karyanya. Pria lulusan La Mairie de France paris V jurusan Arsitek Interior ini juga berani menawarkan tampilan tas yang mempunyai sentuhan sangat personal dan eksklusif, di mana setiap desainnya hanya diproduksi sebanyak 10 buah. Koleksi Sabbatha sudah menembus sejumlah butik multibrand di tempat-tempat seperti Hawaii, Moskow, Roma, India, Spanyol, dan Kuala Lumpur, plus sedang dalam tahap penjajakan berekspansi ke Monaco.

13.  OLYMPIC
Medali Emas Mebel Knock Down
Slogannya pic…. Pic….olympic..,mengingatkan pada gelaran olahraga paling prestisius sedunia olimpiade. Merek ini memang terinspirasi dari situ, saat masyarakat demam olimpiade 1984. Spesialisasinya adalah mebel knock Down, berdesain simpel, dan harga minimalis. Strategi menciptakan beragam merek seperti Albatros, procella Olympia dan Audio Pro, dilakukan Hasilnva Penghargaan seperti 28th International Award for the Best Trade Name (2004). Kini, 50 cabang Olympic hadir di seluruh Indonesia dan distribusinya hampir melingkupi 100 negara.

14.  RADIX GUITAR
Serba Radikal dan Professional
Ide awalnya simpel tidak ada gitar professional buatan Indonesia yang layak digunakan dalam show internasional. Namun pemikiran itu terus bergema di kepala Toien Bernadhie, sampai akhirnya mendirikan Radix Guitar. Berbekal bahan baku yang sebagian besar lokal, Toien mengurusi pemasaran dan distribusi sendiri ke negara-negara seperti Swedia Denmark, Inggris, Yunani, Swis, Canada, Australia, Singapura dan Malaysia. Untuk menarik pembeli, Toien memberi tip: buatlah 1 produk yang desainnya disesuaikan dengan content dan budaya buyer internasional. Misalnya, dicantumkan slogan ,carefully handcrafted individually seleted dan personally inspected.

15.  SUICIDE GLAM
Ekspansi Pertemanan
Awal 2000-an bisnis pakaian berkonsep clothing distributor (distro), booming, salah satunya label asal kuta Bali Suicide Glam, yang karakter koleksinya adalah perpaduan musik dan fashion. Tak heran, marking rock and roll punk glam, dan flamboyan, kental terlihat. Hubungan pertemanan dengan pengunjung tokonya yang banyak berasal dari luar negeri, adalah modal pendirinya. Rudolf Dethu, untuk ekspor. Kini, produknya dipasarkan di beberapa negara seperti Spanyol, kanada, jepang dan Kolombia, serta ke Jerman dan Australia.

16.  EQUIL
Air International dari Sukabumi
Air Minum kemasan mewah Equil yang dihasilkan dari sumber mata air mineral di Sukabumi, Jawa Barat, mendobrak pasar Singapura, Thailand, Australia, Hongkong, Arab Saudi dan Italia. PT. Equilindo Lestari yang berdiri pada 1997, memang menampilkan desain botol yang eksklusif serta air yang memenuhi kualifikasi international.

17.  MARIZZA FOODS
Mulai dari Selai
Kisah sukses PT Marizarasa Sarimurni bermula dari selai srikaya yang beredar tahun 1973. setelah itu menyusul berbagai produk selai dengan rasa seperti coklat dan rasa buah-buahan, yang lagi-lagi sukses. Inovasi berikutnya adalah kue lapis yang hingga saat ini memimpin pasar produk kue di Indonesia. Selai Kue lapis dan sejumlah produk makanan jadi PT Marizarasa Sarimurni, kini telah diekspor ke kawasan Asia tenggara, Selain juga Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat.

18.  ACHILES, CORSA, STRADA
Konformitas Tanpa kompromi
Awal berdiri pada 1991, PT. Multistrada Arah Sarana (MASA) sudah membuat ban untuk merek-merek terkenal dunia. Baru pada 2005, MASA mulai mengekspor ban dengan merek sendiri, masing-masing Achiles, Corsa, dan Strada. Dari keseluruhan produk MASA. 77%nya milik pasar dunia, seperti Timur Tengah(22%), Asia Pasifik (19%), Eropa (17%) dan Amerika (8%). Permintaan ekspornya pun meningkat terus. Pada 2006 terjual 2,4 juta ban, sementara 2007 menjadi 3 juta. Kunci kesuksesan MASA terletak pada kualitas produk, termasuk investasinya pada mesin VMI Tire terbaru demi menciptakan konformitas ban, yaitu lebih awet, empuk, serta berkualitas.

19.  KOPI KAPAL API
Riwayat Panjang Mendulang sukses
Dijamin, tak bakalan ada penikmat kopi di Indonesia yang tidak kenal Kopi Kapal Api. Didirikan pada tahun 1927 dari sebuah usaha keluarga, merek kopi ini sempat mencatat sejarah sebagai produk Indonesia pertama yang beriklan di telivisi. Brand `Kapal Api’, oleh pendirinya, Go Soe Loet, dipilih lantaran menjadi symbol kemapanan dan luxury di era tahun 1920-an. Kini PT. Santos Jaya Abadi telah memiliki 5 brand kopi dipasaran, serta diversifikasi usaha lewat Kafe Excelso dan Café Grazia. Selain itu, kenikmatan Kopi Kapal Api juga dapat dinikmati di Malaysia, Myanmar, juga di China.

20.   PARTNER IN CRIMES
Melebarkan Kedua Sayap
Dunia modeling international dan layer lebar sudah dicicipi Fahrani Empel. Namun, bisnis sepatu wanitanya berlabel Partner in Crimes, mendapat sambutan positif dari publik, baik lokal maupun international. Karakter yang rebellious dengan detail stud yang sangat digemari wanita urban mendominasi desainnya, yang tak hanya kondang di Bali. Disalurkan lewat butik multibrand di Jakarta, merek ini sudah berekspansi ke Ibiza, spanyol. Rencananya kedepan giliran Australia yang bakalan `ditodong’. Merek ini siap menjajah benua Kangguru.

21.  HATTEN BALI WINES
Kreativitas Lain Dari Pulau Dewata
Tahun 1994 adalah tahun di mana wine buatan Bali ini mulai diproduksi oleh anak negeri asal Bali bernama I B Rai Budarsa. Gus Rai, panggilan akrabnya, sungguh tak asing dengan ilmu membuat minuman dari anggur, lantaran keluarganya sudah membuat brem dan arak Bali sejak tahun 1960-an, plus latar belakang pendidikannya di jurusan food processing, dan ia memang pecinta wine. Anggur-anggur didatangkan dari vineyard pribadi seluas 14.5 hektar yang berlokasi di Singaraja, Bali. Tidak hanya vineyard, Hatten juga mempunyai winery untuk memproduksi lebih dari 8 jenis wine, dan itu membuat Hatten Wines menjadi winery pertama di tanah air yang bisa dikatakan 100% Indonesia. Hatten Wine Rose hingga kini menjadi produk andalan dari Hatten Wine, dan sempat memenangkan penghargaan di London pada tahun 2003. Ekspor Hatten Wines kini sudah mencapai negara-negara Eropa seperti Belgia, Inggris dan Belanda, serta Singapura hingga Maladewa.

22.  MEDULLA
Ini Dulu, Baru Itu
Boleh juga memulai usaha going global dengan teknik yang satu ini : menjadi “tukang jahit” dulu! Maksudnya adalah menerima pesanan berikut desain dari pemesan luar negeri. Tapi itu dulu pada tahun 1999. Kini produk Medulla yang mengkhususkan diri di bidang indoor furniture, sudah merambah pasar Italia, Eropa, Spanyol, dan Belanda tentunya dengan merek sendiri. Senjata rahasia Medulla adalah tim research and development serta in house designer yang andal. Jadi, saat Anda berlibur ke resort atau di negara-negara yang kami sebut tadi, longok di bagian bawah furniture . Siapa tau ada cap Medulla di sana .

23.  BATERAI ABC
Ejaan yang Mendunia
Di tengah gempuran produk baterai merek luar negeri, baterai ABC masih melenggang menguasai hampir setengah pasar domestik, baik untuk baterai jenis alkaline maupun carbon zinc. Produk PT International Chemical Industry, telah diekspor ke sekitar 50 negara, dengan berbagai merek, kecuali di Australia dan beberapa negara lain yang menggunakan merek ABC atau Alkaline.

24.  MI GORENG INDOMIE
Mi Asli Indonesia
Survei menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang mengkonsumsi mi paling banyak di dunia setelah China. Tercatat pula bahwa mi instant Indomie Goreng adalah pilihan kedua setelah nasi (atau pertama jika sedang tight budget), dan dapat dikatakan sebagai salah satu makanan Utama orang Indonesia . Walaupun telah muncul lebih dari 15 rasa, the original Mi Goreng Indomie tetap menjadi pilihan utama untuk dikonsumsi. Tidak hanya lidah orang Indonesia saja yang doyan berat, negara tetangga seperti Singapura, Brunei, dan Malaysia bahkan sampai Nigeria tidak mau ketinggalan menggemari Mi Goreng Indomie. Buktinya, seperti halnya di Indonesia, mi ini juga terpajang hampir di setiap supermarket atau mini market. Invasi mi goreng juga telah sampai ke negeri asal mi, China, Hongkong, serta Eropa dan sejumlah negara Afrika. Tidak salah bila Indofood dijuluki produsen mi instant terbesar di dunia.

25.  LE MONDE
Rezeki bayi
Pengusaha Jackie Ambadar menjadi nama penting dibalik brand Le Monde, yang memproduksi berbagai perlengkapan bayi, mulai dari handuk, hingga tempat tidur. Berdiri pada tahun 1982, 4 tahun kemudian Le Monde sudah mengekspor produknya keberbagai negara di Asia, Australia, Jerman, hingga negara Timur Tengah seperti Kuwait dan Bahrain. Berkat keberhasilannya menjaga mutu prima, Le Monde pernah menyabet penghargaan Best Asean Infant Wear 2005.

26.  KEDAUNG
Gaung Pecah Belah Global
30 tahun lalu, Agus Nursalim melihat potensi Indonesia menjadi produsen glassware atau barang pecah belah kelas dunia, dan lewat Kedaung Group ia membuktikannya. Bahkan Kedaung menjadi salah satu pabrik pecah belah terbesar di dunia, dengan 150 negara tujuan ekspor. Setengah dari total produksi diekspor ke Negara Asia, Timur Tengah, Afrika dan Australia, dan mempunyai cabang di Amerika Serikat, Kanada, Hongkong, Australia dan beberapa Negara lain, plus showroom seperti Singapura dan Malaysia.

27.  EXTRA JOSS
Energi Asli Indonesia
Untuk pasar dalam negeri, Extra Joss merupakan fenomena minuman berenergi.PT Bintang Toedjoeh selaku produsen telah mengekspor Extra Joss ke Filipina, Malaysia dan Vietnam. Extra Joss bahkan menguasai 80 persen pasar minuman energy di Filipina. Sementara di Malaysia, meskipun menjadi new comer lantaran baru masuk ke negara itu pada 2007, penjualannya telah mencapai 100 ribu dolar AS per bulan . Sedangkan di Vietnam penjualannya mencapai Rp 2 miliar pertahun.

0 komentar:

Posting Komentar

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI BLOG SAYA

......

  © Blogger template Werd by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP